Laman

Showing posts with label Programing Language. Show all posts
Showing posts with label Programing Language. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

Simulasi Kalkulator Konversi Interaktif berbasis swf internet

Simulasi Kalkulator Konversi Interaktif berbasis *.swf Internet



Berikut adalah Simulasi Interaktif untuk Bidang Mata Pelajaran Matematika dan Fisika.
Menunya : Konversi Panjang dan Jarak, Konversi Berat, Konversi Temperatur/ Suhu.
Caranya : masukan angka apa saja dimana saja pada kolom yang disediakan dalam tutorial

alamat link nya klik Simulasi Kalkulator Konversi
atau bisa diunduh gratis filenya klik Simulasi Kalkulator Konversi gratis

atau pun klik link berikut unduh langsung gratis bisa cari contoh-contoh interaktif lainya dan
langsung bisa kunjungi ke sites google nya klik ninos
Thanks to: Swish Max
Salam Satu Cahaya Kekuatan Berawal Dari hati bayoete.blogspot.com

Wednesday, May 16, 2012

Sistem Pendataan Peralatan dan Barang Serta Absensi Mahasiswa


PROPOSAL TUGAS AKHIR

Sistem Pendataan Peralatan dan Barang Serta Absensi Mahasiswa 
Di Laboratorium Teknik Kimia Fakultas Teknik

 
Disusun Oleh :
AK-9
02030300 - -

 

KONSENTRASI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2005


HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL TUGAS AKHIR


Proposal Tugas Akhir  dengan judul “Sistem Pendataan Peralatan dan Barang Serta Absensi Mahasiswa Di Laboratorium Teknik Kimia Fakultas Teknik”, telah disahkan  pada:


Hari/tanggal    :
Tempat            : Kampus I Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Purwokerto




Purwokerto, Oktober 2005
 
A.    JUDUL
Sistem Pendataan Peralatan dan Barang Serta Absensi Mahasiswa Di Laboratorium Teknik Kimia Fakultas Teknik

B.     PENDAHULUAN
Laboratorium merupakan tempat dimana mahasiswa melakukan praktikum sesuai denagan jurusan yang diambilnya. Di laboratorium teknik kimia juga demikian, dimana mahasiswa teknik kimia melakukan praktikum berbagai macam hal yang berhubungan dengan program studi yang mereka ambil.
Jika dilihat dari keadaan laboratorium teknik kimia, masih ada sedikit hal yang sekiranya perlu  dibenahi lagi, terutama yang berhibungan dengan data keadaan peralatan dan barang serta absensi mahasiswa itu sendiri yang melakukan praktikum laboratorium teknik.
Yang pertama adalah data peralatan dan barang yang ada di laboratorium teknik kimia. Pendataan peralatan dan barang yang ada di laboratorium teknik kimia masih dilakukan secara manual dan belum semuanya terkoordinasi dengan baik. Semua data masih dicatat dalam sebuah buku yang memiliki banyak sekali resiko, diantaranya resiko yang paling besar adalah resiko hilangnya catatan itu sendiri. Selain itu pendataan secara manual juga merupakan cara yang tidak efektif dan tidak efisien karena pada saat sekarang ini pekerjaan seperti itu sudah dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer yang mampu mempermudah pekerjaan tersebut. Disamping itu proses absensi mahasiswa yang melakukan praktek juga perlu diperbaiki. Hal yang paling sering terjadi adalah kebiasaan ‘titip absen’ yang biasa dilakukan mahasiswa mengabsenkan untuk teman yang tidak berangkat. Hal tersebut mungkin masih bisa dicegah jika kegiatan presensi dilakukan secara baik dan terkontrol, dengan cara menggunakan sebuah software yang dapat membantu kegiatan absensi tersebut.
Dengan melihat kondisi diatas maka dengan ini diajukan proposal Tugas Akhir dengan judul Sistem Pendataan Peralatan dan Barang Serta Absensi Praktek Mahasiswa Di Laboratorium Teknik Kimia Fakultas Teknik.

C.    ALASAN PEMILIHAN TEMPAT TUGAS AKHIR
Laboratorium teknik kimia  merupakan tempat dimana para mahasiswa mengadakan eksperiment terhadap sesuatu sesuai dengan mata kuliah yang diambil. Di laboratorium itu sendiri tentunya membutuhkan suatu pengaturan agar lebih mempermudah dalam melakukan pendataan terhadap aset dan seluruh kegiatan yang berlangsung serta absensi mahasiswa yang melakukan praktek di tempat tersebut. Oleh karena itu disini penulis ingin menyampaikan alas an pemilihan tempat Tugas Akhir, yaitu:
1.       Laboratorium teknik kimia mempunyai banyak data yang memerlukan pengkoordinasian yang baik sehingga memerlukan suatu program aplikasi yang dapat membantu system pendataan dalam laboratorium tersebut.
2.       Proses absensi mahasiswa yang melakukan praktikum masih dilakukan secara manual. Dengan menggunakan program aplikasi diharapkan lebih mempermudah dan dapat menghindari dari praktek “titip absent”.
3.       Di laboratorium teknik kimia masih banyak data yang belum terdata dengan baik.

D.    TUJUAN TUGAS AKHIR
Mengacu pada kurikulum akademi, khususnya pada Program Studi Teknik Elektro Konsentrasi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto tujuan kegiatan Tugas Akhir adalah :
1.      Memenuhi kewajiban melaksanakan mata kuliah Tugas Akhir yaitu memenuhi persyaratan kurikulum yang ada pada perguruan tinggi kami.
2.      Mencari dan mengolah data sebagai bahan yang kami perlukan dalam penulisan Tugas Akhir ini.
3.   Menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang Teknik Informatika dalam penerapannya di lapangan.
4.    Mempersiapkan dan mngkondisikan diri sebagai seorang pekerja yang nantinya diharapkan bisa melaksanakan tugas dengan baik apabila telah terjun di dunia kerja.
5.    Mencoba mengukur seberapa jauh kemampuan penulis dalam membuat program aplikasi sesuai dengan perkuliahan yang telah ditempuh.
6.      Membantu mempermudah pihak laboratorium dalam hal mengolah data dan absensi mahassiwa.

E.     METODE DAN PELAKSANAAN TUGAS AKHIR
Dalam melaksanakan Tugas Akhir ini, penulis menggunakan dua macam metode, yaitu metode observasi atau pengamatan dan metode  interview atau wawancara serta metode studi kepustakaan.
1.       Metode Observasi atau Pengamatan
Dalam hal ini penulis langsung terjun kedalam laborotorium teknik kimia untuk melakukan pengamatan terhadap data yang ada dan kira kira apa saja yang dibutuhkan nantinya di dalam program.
2.       Metode Interview atau Wawancara
Disini penulis melakukan wawancara langsung dengan pengelola laboratorium laboratorium teknik kimia. Dalam hal ini penulis ingin mengetahui secara langsung keadaan laboratoruim, keadaan data, kebutuhan akan bantuan program aplikasi dan sebagainya. Selain itu penulis juga menjelaskan apa saja yang nantinya akan dibutuhkan dan dilakukan oleh penulis dalam melakukan Tugas Akhir tersebut.
3.       Metode Studi Kepustakaan
Yaitu aktivitas mempelajari keterangan atau teori-teori yang berhubungan dengan data yang akan diolah. Disini penulis mencari panduan dalam buku bagaimana cara membuat program aplikasi yang baik yang nantinya dapat digunakan dengan baik dan mempunyai nilai jual yang tinggi kelak dipasaran software.
 4.       Desain Software
Desain software nantinya akan dibuat dengan mengacu pada data yang ada di laboratorium teknik kimia. Jadi dalam hal ini penulis belum bisa mendesain software Tugas Akhir dalam  proposal Tugas Akhir ini. Jadi sekali lagi desain sorware akan menyesuaikan data keadaan peralatan dan barang yang ada di laboratorium. Yang jelas sotware ini nantinya adalah software yang berjalan under windows (berjalan diatas system operasi windows) yang mempunyai bentuk visual seperti layaknya program-program aplikasi lain yang berjalan diatas windows. Sebagai gambaran adalah nantinya program ini akan berisi:
a.       Master, yang meliputi:
1)            Data peralatan
2)            Data barang
3)            Data penunjang
b.      Data keadaan peralatan dan barang
c.       Data absensi mahasiswa yang melakukan praktikum
d.      Laporan-laporan
e.       Profil-profil
Dan sebagai contoh bentuk visualisasi program yang akan penulis kerjakan adalah sebagai berikut:


Pelaksanaan Tugas Akhir
Tugas Akhir yang nantinya akan penulis laksanakan adalah dengan cara sebagai berikut.
Yang pertama, penulis mencari sumber data di laboratorium yang nantinya akan diolah. Setelah data didapat dengan lengkap maka Tugas Akhir siap dilakukan.
Kedua, dengan melihat kondisi data yang ada dan mengacu pada ilmu yang didapat dalam perkuliahan , penulis mulai menyusun dan membuat membuat program.
Ketiga, pembuatan program tidak dilakukan ditempat Tugas Akhir (laboratorium teknik kimia), tetapi pembuatan dilakukan diluar tempat kerja pratek, tetapi akan terus melakukan koneksi dan koordinasi dengan pihak laboratorium untuk melakukan pengambilan data.
Keempat, jika nantinya program aplikasi yang telah jadi mempunyai kualitas standar yang baik, maka program tersebut dapat dan boleh digunakan oleh pihak laboratorium dengan ijin dari pembuat.

F.    RENCANA KEGIATAN TUGAS AKHIR
Kegiatan Tugas Akhir ini rencananya akan dilaksanakan selama satu semester yaitu semester ganjil tahun ajaran 2005/ 2006, atau selama bulan oktober 2005 sampai Januari 2006. Pelaksanaan Tugas Akhir disini meliputi dua tahap yaitu pengambilan data dan pengolahan data.
Adapun jika tenyata terdapat perpanjangan waktu dikarenakan program yang belum selesai, maka penulis akan tetap melakukan Tugas Akhir hingga program tersebut selesai.

G.    JADWAL TUGAS AKHIR
       Tugas Akhir ini penulis laksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2005/ 2006 dengan jadwal sebagai berikut:

 
Demikian rencana Tugas Akhir yang akan penulis tempuh. Semoga dapat terlaksana dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.

PENUTUP

Demikian proposal ini  dibuat sebagai langkah awal dimulainya Tugas Akhir yang akan penulis tempuh. Diharapkan nantinya penulis dapat menyelesaikan segala apa yang telah direncanakan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya. Selain itu penulis juga mengharap kerja sama dari segala pihak demi lancarnya Tugas Akhir penulis.
Disamping itu penulis juga meminta bantuan kepada seluruh pihak terkait (khususnya dosen pembimbing) agar bersedia membantu penulis jika nantinya penulis mendapatkan kesulitan ditengan jalan dalam menghadapi Tugas Akhir ini,  supaya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan, dan menghasilkan produk berupa program aplikasi yang mempunyai nilai kompetensi yang tinggi.
Semoga proposal ini dapat menjadi gambaran awal bagi seluruh pihak terkait berkenaan dengan rencana Tugas Akhir yang akan  penulis lakukan. Dan sebagai penutup, penulis memohon saran dan kritik beserta solusi yang yang bersifat membangun. Jika ada kesalahan penulisan dan kata-kata penulis minta maaf yang sebesar-besarnya.


Pemohon

AK-9

Salam Satu Cahaya Kekuatan Pikiran Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Friday, August 5, 2011

Proposal Jaringan Syaraf Tiruan - Penentuan Jalur Terpendek

Mata kuliah JST menjadikan ide ini muncul untuk garap penelitian sebagai aplikasi perkuliahan JST TE/ TI'2002 “PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN ALGORITMA SELF ORGANIZING MAP“



A. RENCANA JUDUL
“PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN ALGORITMA SELF ORGANIZING MAP“

B. BIDANG ILMU
Matematika, Jaringan Syaraf Tiruan, Komputer.

C. PENDAHULUAN
1. Jalur Terpendek ( SHORTEST PATH )
Andaikan diberikan sebuah graph G dalam tiap garis (x,y) dihubungkan dengan titik a (x,y) mewakili panjang dari garis. Dalam beberapa hal, panjang sebenarnya mewakili biaya atau beberapa nilai lainnya. Panjang dari lintasan adalah menentukan panjang jumlah dari masing-masing garis yang terdiri dari lintasan. Untuk 2 verteks s dan t dalam G, ada beberapa lintasan dari s ke t . Masalah lintasan terpendek meliputi pencarian lintasan dari s ke t yang mempunyai lintasan terpendek dan biaya termurah.

a. Defenisi Jalur Terpendek
Jalur terpendek (Shortest Path) antara dua verteks dari s ke t dalam jaringan adalah lintasan graph berarah sederhana dari s ke t dengan sifat dimana tidak ada lintasan lain yang memiliki nilai terendah. Pada persoalan ini akan terdorong untuk menyelesaikan suatu persoalan untuk menentukan jalur terpendek dan biaya termurah dalam suatu jaringan dengan mengimplementasikannya ke dalam kasus travelling salesman problem yang merupakan salah satu persoalan dalam Jaringan Syaraf Tiruan.

Setiap path dalam digraph mempunyai nilai yang dihubungkan dengan nilai path tersebut, yang nilainya adalah jumlah dari nilai edge path tersebut. Dari ukuran dasar ini dapat dirumuskan masalah seperti “ mencari lintasan terpendek antara dua vertek dan meminimumkan biaya”.

Banyak bidang penerapan mensyaratkan untuk menentukan lintasan terpendek berarah dari asal ke tujuan di dalam suatu distribusi aliran berarah. Algoritma yang diberikan dapat dimodifikasi dengan mudah untuk menghadapi lintasan berarah pada setiap iterasinya.

Suatu versi yang lebih umum dari masalah lintasan terpendek adalah menentukan lintasan terpendek dari sembarang verteks menuju ke setiap verteks lainnya. Pilihan lain adalah membuang kendala tak negatif bagi “jarak”. Suatu kendala lain dapat juga diberlakukan dalam
suatu masalah lintasan terpendek.

Definisi 1.1. Lintasan terpendek antara dua verteks dari s ke t dalam jaringan adalah lintasan graph berarah sederhana dari s ke t dengan sifat dimana tidak ada lintasan lain yang memiliki nilai terendah.

Pada gambar 1.1. dapat dilihat bahwa setiap edge terletak pada path-path dari titik 1 ke titik 5. Edge merepresentasikan saluran dengan kapasitas tertentu (contohnya, air) dapat dialirkan melalui saluran. Sedangkan verteks merepresentasikan persimpangan saluran. Air mengalir melalui verteks pada vertex yang dilalui
Lintasan terpendek dari verteks pada graph di atas adalah P = {1 – 4, 4 – 5} dengan kapasitas 4.

2. Travelling Salesman Problem
Permasalahan TSP (Traveling Salesman Problem ) adalah permasalahan dimana seorang salesman harus mengunjungi semua kota dimana tiap kota hanya dikunjungi sekali, dan dia harus mulai dari dan kembali ke kota asal. Tujuannya adalah menentukan rute dengan jarak total atau biaya yang paling minimum. Permasalahan TSP merupakan permasalahan yang memang mudah untuk diselesaikan dengan algoritma Brute Force, tetapi hal itu hanya dapat dilakukan dengan jumlah kota atau simpul yang tidak banyak. Kompleksitas algoritma untuk permasalahan TSP dengan algoritma Brute Force adalah O(n!) dengan catatan n adalah jumlah kota atau simpul dan setiap kota atau simpul terhubung dengan semua kota atau simpul lainnya. Dengan jumlah sebanyak 20 kota, maka banyak sirkuit Hamilton yang mungkin adalah sebanyak 6 x 1016.

12.1. Pendahuluan
Selain masalah sarana transportasi, efisiensi pengiriman surat atau barang ditentukan pula oleh lintasan yang diambil untuk mengirimkan surat atau barang tersebut. Oleh karena itu solusi optimal dari permasalahan TSP ini, akan sangat membantu perusahaan pegiriman surat atau barang untuk mengefisienkan proses pengiriman barang, baik dari segi waktu maupun dana.

Hingga kini kompleksitas algoritma permasalahan TSP masih tidak dapat diketahui pasti, bahkan setelah 50 tahun lebih pencarian. Hal tersebut menjadikan TSP menjadi salah satu permasalahan yang hingga kini belum terselesaikan dalam banyak permasalahan optimasi matematis.

12.2 Sejarah Permasalahan TSP
Permasalahan matematika tentang Traveling Salesman Problem dikemukakan pada tahun 1800 oleh matematikawan Irlandia William Rowan Hamilton1 dan matematikawan Inggris Thomas Penyngton2. Gambar dibawah ini adalah foto dari permainan Icosian Hamilton yang membutuhkan pemain untuk menyelesaikan perjalanan dari 20 titik menggunakan hanya jalur-jalur tertentu.

Diskusi mengenai awal studi dari Hamilton dan Kirkman dapat ditemukan di Graph Theory 1736-19363 oleh N. L. Biggs, E. K. LLoyd, dan R. J. Wilson, Clarendon Press, Oxford, 1976. Bentuk umum dari TSP pertama dipelajari oleh para matematikawan mulai tahun 1930. Diawali oleh Karl Menger4 di Vienna dan Harvard. Setelah itu permasalahan TSP dipublikasikan oleh Hassler Whitney5 dan Merrill Flood6 di Princeton. Penelitian secara detail dari hubungan antara Menger dan Whitney, dan perkembangan TSP sebagai sebuah topik studi dapat ditemukan di makalah Alexander Schrijver’s7 “On the history of combinatorial optimization (till 1960)”8.

3. Algoritma Self Organizing Map
3.1 Pendahuluan
Jaringan saraf tiruan Self Organizing Maps (SOM) atau disebut juga dengan jaringan Kohonen telah banyak dimanfaatkan untuk pengenalan pola baik berupa citra, suara, dan lain-lain [1,2]. Jaringan SOM sering pula digunakan untuk ekstraksi ciri (feature) pada proses awal pengenalan pola. Ia mampu mereduksi dimensi input pola ke jumlah yang lebih sedikit sehingga pemrosesan komputer menjadi lebih hemat.

Dalam paper ini akan dicoba memanfaatkan jaringan saraf tiruan SOM/Kohonen untuk pengenalan citra dengan kehadiran noise dan juga pergeseran serta pengecilan bentuk. Jaringan dilatih untuk mengenali pola sebanyak lima belas macam yang meliputi tiga bentuk (kubus, tabung, dan kerucut) dengan masing-masing lima posisi berbeda. Jaringan dilatih terus menerus sampai diperoleh error tertentu. Pada proyek ini diteliti pula struktur dan parameter jaringan SOM yang optimal untuk kebutuhan pengenalan citra ini. Dengan didapatnya struktur yang optimal, maka diharapkan jaringan akan cepat belajar dan dapat mengenali citra dengan error yang minimum. Pada proses percobaan didapat beberapa parameter yang optimal yaitu jumlah Kohonen map, nilai neighborhood, dan alpha/learning rate adalah 90, 10, 0.9. Jaringan diuji untuk mengenali citra dengan deformasi, yaitu pemberian variasi noise pada input citra. Juga diuji seberapa jauh jaringan dapat menangani pergeseran bentuk. Untuk pengenalan citra bernoise dengan memakai bobot-bobot optimal maka jaringan Kohonen ini mempunyai tingkat keberhasilan sekitar 98 % untuk semua level noise.

3.2 Deskripsi Sistem
Jaringan SOM/Kohonen yang digunakan di sini digambarkan pada gambar 1. Dimensi input citra yang digunakan di sini adalah 10 x 10 pixel. Node input dihubungakan dengan node output dengan koneksi bobot, yang mana bobot ini selalu diperbaiki pada proses iterasi pelatihan jaringan.

Prinsip kerja dari algoritma SOM adalah pengurangan node-node tetangganya (neighbor), sehingga pada akhirnya hanya ada satu node output yang terpilih (winner node). Pertama kali yang dilakukan adalah melakukan inisialisasi bobot untuk tiap-tiap node dengan nilai random. Setelah diberikan bobot random, maka jaringan diberi input sejumlah dimensi node/neuron input (10x10). Setelah input diterima jaringan, maka jaringan mulai melakukan perhitungan jarak vektor yang didapatkan dengan menjumlah selisih/jarak antara vektor input dengan vektor bobot. Secara matematis dirumuskan
 
Setelah diketahui tiap-tiap jarak antara node output dengan input maka dilakukan perhitungan jumlah jarak selisih minimum. Dimana node yang terpilih (winner) berjarak minimum diberi tanda khusus, yaitu diberikan angka satu dan node yang lain nol. Tahap akhir algoritma ini adalah melakukan perubahan bobot pada node output yang terpilih beserta tetangga sekitarnya (misal node terpilih adalah node ke-20 dan jumlah neighborhood=5, maka bobot pada node ke-15 sampai ke-25 akan diubah), yang dirumuskan sebagai berikut:

a(t) merupakan alpha/ learning rate yaitu faktor pengali pada perubahan bobot yang berubah terhadap perubahan error. Perubahan alpha ini sesuai dengan banyaknya input yang masuk. Faktor pengali alpha/learning rate ini akan selalu berkurang bila tidak ada perubahan error.

Pada metode ini hasil pengenalan pola/citra ada pada bobot-bobot yang terdapat pada node winner output. Dibandingkan dengan bobot-bobot yang lain, bobot pada winner output ini paling
mendekati dengan pola yang dilatihkan pada jaringan. Pada proses pelatihan bobot pada winner output beserta dengan tetangganya selalu diupdate, dilakukan iterasi terus menerus sampai mencapai error yang diinginkan. Jikalau belum mencapai error tertentu maka proses kembali pada penginputan citra untuk dilatih kembali.

Dalam perubahan bobot ini hal yang paling menentukan adalah alpha/learning rate a(t). Faktor pengali ini menentukan kecepatan belajar jaringan dan diset dengan nilai antara nol sampai satu. Untuk faktor pengali yang cukup besar akan didapatkan hasil belajar yang cepat, tetapi dengan pemetaan yang kasar. Dan untuk faktor pengali yang kecil akan didapatkan pemetaan yang bagus
dengan waktu belajar yang lebih lama. Bobot yang didapatkan bukan hanya didasarkan pada besarnya vektor tapi arah vektor itu sendiri.

Inisialisasi bobot dilakukan dengan cara memberikan bobot random antara -1 sampai 1. Jika hal ini dilakukan maka vector bobot akan benar-benar menyebar dengan random. Konsekuesi dari penyebaran yang random memungkinkan jaringan tidak dapat belajar secara konvergen dan akhirnya jaringan akan memiliki orientasi yang sangat berbeda dengan orientasi awal. Karena kesalahan orientasi ini akan dapat menyebabkan jaringan tidak terlatih dan pada akhirnya menghasilkan sedikit node yang dapat membedakan input.

Salah satu metode untuk mencegah terjadinya nonkonvergen adalah menginisialisasi bobot awal dengan pola-pola yang sangat mirip dengan pola-pola yang akan dilatihkan (input pattern). Dengan cara ini maka jaringan akan dapat belajar secara perlahan mengikuti perubahan input yang ada, yang pada akhirnya didapatkan bentuk pemetaan yang sesuai dengan yang diperlukan
oleh jaringan untuk pengenalan pola. Pada algoritma Kohonen didapatkan node output yang saling berhubungan antara satu node dengan node yang lain, dari hubungan ini maka node yang satu akan mempengaruhi node-node yang lain. Sebelum diberikan input maka daerah keputusan
memiliki area yang sangat lebar. Setelah melewati tahapan pelatihan maka luas area dari vektor keputusan akan semakin kecil.

3.3 Algoritma Self Organizing Map
Algoritma SOM adalah sbb.
1. Inisialisasi random reference vector untuk tiap neuron. Misalnya struktur yang dipakai adalah two-dimensional array SOM, diatur pada array n x n. Tiap vektor berdimensi d, sama dengan dimensi data.
2. Untuk tiap input vector training data x, tentukan best-matching neuron. Yaitu neuron yang memiliki jarak terdekat dengan input vector x, diukur memakai Euclidean distance. Neuron ini disebut winner.
3. Update-lah reference vector dari winner neuron ini dan neighboring neuron. Neighboring neuron ini didefinisikan sebagai neuron yang topographically berada pada posisi yang dekat dengan winner neuron di array n x n. Misalnya pada gambar di bawah (klik-lah untuk memperbesar), jika neuron yang berwarna merah adalah winner neuron untuk suatu input vector, maka neighboring neuron untuk winner neuron ini adalah mereka yang terletak di dalam lingkaran area, yang didefinisikan dengan Nc(t1), Nc(t2), … dst. Nc(t1) adalah batas area pada iterasi ke-1, Nc(t2) adalah batas area pada iterasi ke-2, dst. Radius area semakin lama semakin menyempit, misalnya sebagaimana didefinisikan oleh persamaan (3). Reference vector diupdate berdasarkan persamaan (1), sedangkan neuron yang secara topografi terletak jauh dari winner neuron tidak diupdate (persamaan (2) ). Persamaan (3) mendefinisikan learning rate yang dipakai studi saya.

Step ke-3 ini yang membedakan SOM dengan algoritma vector quantization yang lain, karena proses mapping dilakukan secara terurut (ordered mapping) dan merefleksikan distribusi vektor x. Konsekuensinya data yang dipetakan pada suatu neuron S, akan memiliki kemiripan karakteristik dengan data yang dipetakan ke neuron yang secara topografi terletak didekat neuron
S. Dengan kata lain, data yang pada ruang vektor dimensi tinggi terletak berdekatan, akan dipetakan ke neuron pada twodimensional-array yang berdekatan juga.




D. PERUMUSAN MASALAH
1. Analisa Jaringan Syaraf Tiruan untuk menyelesaikan permasalahan Travelling Salesman Problem yang dipergunakan untuk penentuan jalur terpendek.
2. Melakukan analisa pada traveling salesman problem dengan mencari jalur terpendek untuk 25 titik.

E. TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan Syaraf Tiruan yang selanjutnya dikenal dengan nama JST merupakan cabang ilmu multidisiplin yang relative masih baru. Pada dasarnya JST mencoba meniru cara kerja otak makhluk hidup. Salah satu struktur yang ingin ditiru adalah bentuk neuron-nya (Sel Syaraf).

Sel Syaraf (neuron) dalam banyak hal sama dengan sel-sel tubuh yang lain, hanya bedanya sel neuron tidak dapat berkembang biak. Faktor kecerdasan dari syaraf tidak ditentukan di dalam sel tetapi terletak pada bentuk dan topologi jaringannya.

Jaringan syaraf tiruan didefenisikan sebagai system pemrosesan informasi yang mempunyai karakteristik menyerupai jaringan syaraf manusia. Jaringan syaraf tiruan tercipta sebagai suatu generalisasi model matematis dari pemahaman manusia (human cognition) yang didasarkan atas asumsi sebagai berikut:
1. Pemrosesan informasi terjadi pada elemen sederhana yang disebut neuron.
2. Isyarat mengalir diantara sel syaraf (neuron) melalui suatu sambungan penghubung.
3. Setiap sambungan penghubung memiliki bobot yang bersesuaian. Bobot ini akan digunakan untuk mengandakan/mengalikan isyarat yang dikirim melaluinya.
4. Setiap sel syaraf akan menerapkan fungsi aktivasi terhadap isyarat hasil penjumlahan berbobot yang masuk kepadanya untuk menentukan isyarat keluarannya.

Sistem jaringan syaraf tiruan disebut juga brain metaphor, computional neuroscience atau parallel distributed processing serta connection. Jaringan syaraf tiruan tersusun dari sejumlah besar elemen yang melakukan kegiatan analog dengan fungsi-fungsi biologis neuron yang paling elementer. Elemen – elemen ini terorganisasi sebagaimana layaknya anatomi otak, walaupun tidak persis. Jaringan syaraf tiruan dapat belajar dari pengalaman, melakukan generalisasi atas contoh–contoh yang diperoleh dan mengabtarksi karakteristik essensial input bahkan untuk data yang tidak relevan.

Jaringan syaraf tiruan memiliki sejumlah besar kelebihan dibandingkan dengan metode perhitungan lainnya, yaitu:
1. Kemampuan mengakusisi pengetahuan walaupun dalam kondisi ada gangguan dan ketidakpastian. Hal ini karena jaringan syaraf tiruan mampu melakukan generalisasi, abtraksi, dan ekstraksi terhadap property statistic dari data.
2. Kemampuan merepresentasikan pengetahuan secara fleksibel. Jaringan syaraf tiruan dapat menciptakan sendiri representasi melalui pengaturan diri sendiri atau kemampuan belajar (Self Organizing).
3. Kemampuan untuk memberikan toleransi atas suatu distorsi (error/fault), dimana gangguan kecil pada data dapat dianggap hanya sebagai noise (guncanngan) belaka.
4. Kemampuan memproses pengetahuan secara efisien karena memakai system parallel, sehingga waktu yang diperlukan untuk mengoperasikan menjadi lebih singkat.

Dengan tingkat kemampuan yang sangat baik, beberapa aplikasi jaringan syaraf tiruan sangat cocok untuk diterapkan pada:
1. Klasifkasi, memilih suatu input data kedalam satu katagori tertentu yang diterapkan
2. Asosiasi, mengambarkan suatu objek secara keseluruhan hanya dengan sebuah bagian dari objek lain.
3. Self Organizing, kemampuan untuk mengelola data-data input tanpa harus memiliki data sebagai target.
4. Optimasi, menemukan suatu jawaban atau solusi yang paling baik sehingga seringkali dengan meminimalisasikan suatu fungsi biaya (optimizer).

Karakteristik jaringan syaraf tiruan ditentukan oleh:
1. Pola hubungan antar neuron (disebut dengan arsitektur jaringan)
2. Metode penentuan bobot-bobot sambungan (disebut dengan pelatihan atau proses belajar jaringan)
3. Fungsi aktivasi.

F. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penulisan tugas akhir adalah:
1. Menganalisa kasus traveling salesman problem (tsp) dengan menggunakan algoritma self organizing map untuk mendapatkan jalur terpendek atau sikular.
2. Hasil simulasi dari arsitektur yang dipilih memiliki kemampuan belajar yang cepat dan akurat.

G. KONTRIBUSI PENELITIAN
Dengan mengimplementasikan arsitektur jaringan Self Oragnizing Map pada Travelling Salesman Problem dapat bermanfaat dalam pengembangan Artificial Neural Network lebih lanjut dengan penerapan komputerisasi dalam bidang simulasi pengenalan lainnya.

H. METODE PENELITIAN
Metode penelitan dalam tulisan ini adalah :
1. Pembahasan mengenai Shortest Path, Travelling Salesman Problem dan Algoritma Self-Organizing.
2. Menerjemahkan permasalahan Travelling Salesman Problem dengan algoritma Self-Organizing Map ke model matematis dan komputerisasi.
3. Menganalisa algoritma Self-Organizing Map dalam kajian kasus Travelling Salesman Problem.

DAFTAR PUSTAKA
1. Andri Kristanto, 2004, Jaringan Saraf Tiruan (Konsep Dasar, Algoritma dan Aplikasinya ), Gava Media Yogyakarta.
2. Arief Hermawan, 2006, Jaringan Syaraf Tiruan Teori dan Aplikasi, Penerbit ANDI Yogyakarta.
3. Diyah Puspitaningrum , 2006 , Pengan Jaringan Syaraf Tiruan, Penerbit ANDI Yogyakarta.
4. Jong Jek Siang, Drs, M.Sc, 2005, Jaringan Syaraf Tiruan & Pemrogramannya Menggunakan Matlab, Penerbit ANDI Yogyakarta.
5. Sri Kusumadewi, 2004, Membangun Jaringan Syaraf Tiruan Menggunkan MATLAB & EXCEL LINK, Penerbit GRAHA ILMU Yogyakarta.

---- Semoga Bermanfaat Bagi Civitas Teknik Informatika ----
--- Khususnya Yang Memilih Mata Kuliah Pilihan JST ---


  Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Thursday, August 4, 2011

Aplikasi Informasi Absensi Mahasiswa Dgn SMS Gateway 2005

Aplikasi Informasi Absensi Mahasiswa Dgn SMS Gateway 2005

Tahun 2005, teringat Program absensi proyek TA tmn2 angkatan TE/ IT'02 membuat system absensi dosen & karyawan (Mr. Ap-oneS), system informasi nopol kendaraan bermotor roda2 wilayah banyumas (Mr. Wi2TP), system informasi mahamahasiswa (Lab) (Mr. AKiss) alumnus Univ Muh. Purwokerto Team IT’02 angkatan pertama, telah mmanfaatkn teknologi sms gateway u/ mnunjang civitas akademik.
Ckup kirim SMS dgn format & nomor tujuan yg telah ditentukn, beberapa detik kmdn jawaban tentang keberadaan mahasiswa tsb di squl sudah diterima.

Nah, sekarang sy ingin mmbuat sbuah aplikasi dgn fungsi yg mirip2 dgn aplikasi di atas karena satu alumni kode dirahasiakan heeee…... so privacy tmn n kode etik profesi djalankn betul begitu sobat…..

Dibuat yg tersederhana sekali….. untuk gambaran perancangan program saja….. ketentuan-ketentuan lainya atau enkripsi dan algoritma maupun eliminer error bias dikembangkan anda. Dgn aplikasi ini, jk qta mengirim SMS ke nomor tujuan ttt dgn format:
ABSEN (spasi) NIM (spasi) BULAN

maka qta akan mendptkan informasi tentang jumlah hari absen mahasiswa dgn NIM (nomor induk mahasiswa) ttt pd bulan ttt.
Misalnya: ABSEN 0203030013 Februari

Database Absensi Mahasiswa
U/ dpt mnjalankan aplikasi ini, tentu saja qta harus punya database yg berisi tentang absensi mahasiswa. Mula2 buatlh database dgn nama_absensi, kmdn buat table dgn script d bwh:

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `absen` (
`nama_mahasiswa` varchar(25) NOT NULL,
`ni_mahasiswa` varchar(10) NOT NULL,
`bulan` varchar(10) NOT NULL,
`absen` int(11) NOT NULL
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
INSERT INTO `absen` (`nama_mahasiswa`, `ni_mahasiswa`, `bulan`, `absen`) VALUES
(‘Nino’, ’ 0203030010′, ‘Februari’, 2),
(‘Siti ’, ’ 0203030011′, ‘Februari’, 0),
(‘Dian’, ’ 0203030012′, ‘Februari’, 9),
(‘Ira’, ’ 0203030013′, ‘Februari’, 1),
(‘Yanto’, ’ 0203030014′, ‘Februari’, 3),
(‘Aris’, ’ 0203030001′, ‘Februari’, 0),
(‘Akhmad’, ’ 0203030002′, ‘Februari’, 14),
(‘Bawor’, ’ 02030300003′, ‘Juni’, 3),
(‘Kayir’, ’ 0203030004′, ‘Juni’, 1),
(‘Slam’, ’ 0203030005′, ‘Juni’, 7),
(‘Topan’, ’ 0203030006′, ‘Juni’, 4),
(‘Agus’, ’ 0203030007′, ‘Juni’, 2),
(‘Wiwit’, ’ 0203030008′, ‘Juni’, 1),
(‘Sendi’, ’ 0203030009′, ‘Juni’, 11);

Script Php U/ Mengolah SMS Masuk
Stlh database trbuat, qta mmbutuhkan sebuah script Php yg akan mngolah SMS yg masuk, & mmberi respon ssuai prmintaan:

function koneksi(){
// konfigurasi database sesuaikan dgn apa yg biasa anda pakai
// sesuaikan dgn konfigurasi Anda
$user = “root”;
$pass = “”;
$db = “absensi”;
$host = “localhost”;
$konek = mysql_connect($host, $user, $pass);
mysql_select_db($db, $konek);
}
// Ambil data dari url, yaitu url yg Anda masukkan
// pd kolom Command to execute di NowSMS
$sender = $_GET['sender'];
// Pisahkan NIM & Bulan
$pesan = $_GET['pesan'];
$textarray = explode(‘ ‘, $pesan);
$ni_mahasiswa = $textarray[0];
$bulan = $textarray[1];
// Look up data di database
koneksi();
$sql = “SELECT * FROM absen WHERE ni_mahasiswa=’$ni_mahasiswa’ AND bulan=’$bulan’”;
$qry = mysql_query($sql);
$row = mysql_fetch_array($qry);
$nama_mahasiswa = $row[nama_mahasiswa];
$absen = $row[absen];
// Jika nama mahasiswa ada spasi, ganti spasi dgn tanda +
$words = explode (‘ ‘, $nama_mahasiswa);
$nama_mahasiswa = join(‘+’, $words);
// Memberi respon (autorespon) terhadap sms yg masuk
header(“Location:http://127.0.0.1:8800/?PhoneNumber=$sender&Text=$nama_mahasiswa+pd+bulan+$bulan+absen+
sebanyak+$absen+hari”);
?>
Simpan script di atas dgn nama absensi.php

Mmberi Perintah ke SMS Gateway
Lngkah brikutnya a/ memberi perintah kepd gateway (NowSMS) u/ menjalankan script absensi.php setiap ada SMS yg masuk :
  1. Jalankan NowSMS, & buka tab 2-Way.
  2. Beri tanda centang pd Process Received SMS Message
  3. Biarkan Character Set pd posisi default, yaitu utf-8
  4. Ketikkan ‘ABSEN’ (tanpa tanda petik) pd kolom SMS Command Prefix, yg artinya hanya sms dgn kata pertama ‘ABSEN’ saja yg akan diproses
  5. Ketikkan nomor handphone penerima sms, yaitu nomor handphone yg tersambung ke komputer, pd kolom Receive Phone Number(s)
  6. Ketikkan
‘ http://localhost/sms/absensi.php?sender=@@SENDER@@&pesan=@@SMS@@ ’ (tanpa tanda petik) pd kolom Command to Execute
  1. Klik Add
Hasil Aplikasi Uji Coba:
Cobalah kirim SMS dgn format:
ABSEN (spasi) 0203030013 (spasi) Februari
& kirim ke nomor HP yg berfungsi sebagai SMS server, maka Anda akan mendpt balasan sebagai berikut:
‘Nino pd bulan Februari absen sebanyak 2 hari’
 Cek respon yg Anda dpt dgn data di database Anda.

Aplikasi di atas a/ sebuah contoh aplikasi SMS interaktif yg masih sangat sederhana. 
Aplikasi ini saya buat sekedar u/ menunjukkan bagaimana mengolah SMS yg masuk & memberi respon dgn mengambil nilai-nilai (value) dari database.

Jk Anda ingin mnerapkn aplikasi ini di squl Anda, 
tentu sj aplikasi ini msh bnyk kekurangan yg hrs dsempurnakn
Karena……
Dibuat yg tersederhana sekali…..
untuk gmbaran prancangan program sj…..
ketentuan-ketentuan lainya atau enkripsi,………
algoritma maupun eliminer error bs dikembangkan anda…..

 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com