Laman

Wednesday, April 25, 2012

Bawang Merah Monokultur Desa Keboledan


Usahatani Bawang Merah Monokultur
Desa Keboledan Kecamatan Wanasari
Kabupaten Brebes

 foto sumber situs web

Sebelum menulis mengenai usahatani bawang merah wong brebes, berdasarkan berita kemarin: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono memborong bawang merah petani di Desa Sisalam Kecamatan Wansari Kabupaten Brebes, Jumat (26/8/2011). Presiden juga memanen bawang merah bersama petani setempat.

foto sumber situs web
Selain bersama isteri tercinta, Presiden didampingi sejumlah anggota kabinetnya, Gubernur Jateng, Bupati Brebes dan pejabat lainnya rela berpanas-panasan di tengah sawah bawang merah. Presiden juga menyempatkan diri mendengarkan keluh kesah dari salah satu petani bawang merah.
Sebagai komoditi unggulan daerah Brebes, bawang merah harus ditingkatkan produksinya. Melihat hamparan bawang merah yang begitu luas. Saya berharap produksi bawang merah juga terus ditingkatkan. 

foto sumber situs web
Berawal dari sini juga saya selaku anak kelahiran asli brebes alias wong brebes tulen, tentunya ingin menulis mengenai Usahatani keluarga-keluarga, sedulur brayane, tanggane, kancane, jakwire (bahasa brebes) saya yang digeluti dan usaha secara turun temurun di desa keboledan kecamatan wanasari kabupaten brebes (letaknya sebelah barat kota brebes) bagaimana penjelasan selengkapnya sebagai berikut:

Usahatani bawang merah secara monokultur yaitu suatu bentuk usaha budidaya yang dalam satu lahan terdapat satu jenis tanaman dalam satu musim tanam. Dalam usahatani bawang merah secara monokultur terdapat kelebihan dan kelemahan antara lain:
Kelebihan
1)      Mempermudah petani dalam pemeliharaan, karena petani terfokus pada satu jenis tanaman.
2)      Mempermudah dalam penjualan produk.
3)      Meningkatkan pendapatan petani.
Kelemahan
1)      Rentan terhadap hama penyakit.
2)      Modal dalam proses produksi lebih tinggi.
3)      Fluktuasi harga yang tidak menentu pada saat panen.

Menurut Wibowo (1995), ada beberapa tahap dalam budidaya bawang merah antara lain:
1.      Pengolahan Tanah
Persiapan pengolahan tanah bawang merah monokultur dilakukan 20­-25 hari. Tanah digemburkan sampai halus dengan cangkul. Setelah tanah menjadi gembur dan dibersihkan dari kotoran, kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 40 cm, lebar 100 cm dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan tanahnya. Dipinggiran bedengan dibuat saluran air atau selokan dengan ukuran dalam kurang 40 cm dan lebarnya 40 cm. Selesai membuat bedengan atau selokan selanjutnya meratakan tanah bagian atas bedengan, kemudian dibiarkan selama satu minggu. Untuk memperkuat bedengan bagian tepi dikeraskan dengan tanah liat yang diambil dari selokan  supaya bedengan tidak mudah longsor.
2.      Benih
Penggunaan benih yang baik sangat menentukan produksi. Benih yang dianjurkan ditanam adalah benih yang mempunyai kemurnian dan benih yang bebas hama dan penyakit. Jadi dalam hal ini sangat tidak dianjurkan memilih benih dengan cara sembarangan, karena benih yang baik akan menentukan produksi yang baik pula dan dengan  menggunakan benih varietas Ampenan.
Untuk memperoleh benih yang baik, terlebih dahulu dilakukan seleksi. Beberapa hari sebelum ditanam, umbi bawang merah harus dipotong, selanjutnya dikupas agar menjadi butiran-butiran siung. Pada waktu pengupasan hindari timbulnya goresan atau kerusakan agar benih tidak mudah terserang hama atau penyakit.
3.      Penanaman
Tujuan penanaman adalah untuk memperoleh hasil yang sebanyak-banyaknya dengan mutu yang baik. Untuk memperoleh tanaman yang subur dan sehat diperlukan pengolahan tanah yang sempurna.
a.       Waktu Tanam
Penanaman bawang merah biasanya dilakukan pada saat akhir musim hujan, kira-kira bulan April menjelang akhir musim kemarau atau kira-kira bulan Oktober, tetapi petani bawang merah monokultur menanam pada akhir musim hujan, yaitu bulan April.
Benih bawang merah yang siap ditanam adalah benih yang sudah akan ada akar dan bakal yang tumbuh.
b.      Cara Penanaman dan Jarak Tanam
Jika persiapan benih cukup banyak, sebaiknya digunakan umbi yang berukuran cukup besar, sebab jika kelak usia panen cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan umbi benih yang berukuran kecil. Untuk itu sebaiknya penanaman benih harus seragam.
Benih umbi berukuran kecil jika ditelusuri sebelum menjadi benih, pernah terkena serangan hama atau penyakit. Hal ini harus menjadi bahan pertimbangan, terkecuali benih dari varietas atau jenis bawang merah kecil.
Penanaman benih sebaiknya dilakukan secara teratur, rapih dan sejajar, menggunakan blak atau alat ukur yang terbuat dari bambu. Jarak tanam yang digunakan adalah 20 cm x 20 cm, dimana jarak tanam antara barisan sekitar 20 cm, sedagkan antar tanaman sekitar 20 cm.
Pada waktu tanam, bagian pangkal benih berada dibawah. Benih tanam atau dibenamkan 2/3 bagian dibawah permukaan tanah. Jika penanaman benih terlalu dalam dapat mengakibatkan kesulitan pertumbuhan pada bagian tunas, dan benih mudah rusak. Sebaliknya jika letak bibit kurang dalam mudah terbawa oleh pengikisan tanah yang diakibatkan hujan atau waktu penyiraman. Pada prinsipnya penanaman benih bawang merah tidak boleh terlalu dalam atau pun keluar dari permukaan tanah, agar pembentukan rumpun tetap baik.
4.      Pemeliharaan.
a.       Pemupukan
Kebutuhan pupuk yang diberikan untuk usahatani bawang merah monokultur adalah pupuk kandang dan pupuk buatan yang meliputi: Pupuk Urea, TSP, KCL, dan ZA. Pemberian pupuk oleh petani sebanyak tiga kali, dimana pupuk diberikan pada saat pengolahan tanah, pemupukan susulan kedua diberikan setelah tanaman berumur 20 hari dan pemupukan terakhir setelah tanaman berumur berumur 40 hari. 
b.      Penyiangan
Kegiatan mencabuti rumput atau tanaman pengganggu dilakukan sebanyak 2-3 kali.
c.       Pengairan dan penyiraman
Walaupun sudah ada pengairan melalui selokan, tetapi karena pengairan melalui selokan air tidak terlalu banyak, maka selain pengairan yang melalui selokan juga dilakukan penyiraman karena tanaman bawang merah termasuk jenis tanaman yang sangat memerlukan air. Penyiraman dilakukan setiap hari.
d.      Pengendalian hama dan penyakit
Penyemprotan pestisida yang dilakukan petani bawang merah monokultur hanya dilakukan apabila tanaman tersebut terserang hama dan penyakit. Adapun jenis hama penyakit yang sering menyerang tanaman bawang antara lain: ulat, Gerandong (daun layu), hama Lekor (daun rubuh), Kupu, dan hujan awan.
5.      Pemanenan
Pemanenan bawang merah biasanya setelah tanaman berumur 50-80 hari, yaitu setelah 1/3 atau 2/3 daun dan batang sudah mulai tampak menguning dan layu, tanaman sudah banyak yang roboh dan umbi sudah besar dan kelihatan dipermukaan tanah.

Salam Satu Cahaya Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar maupun Pesannya.... lampirkan alamat email atau web anda:..... Thanks