Laman

Tuesday, September 13, 2011

CTP - Computer To Plate - Materi Grafika


Computer-To-Plate
Diagram Alir Digital Production Work

Computer-To-Plate, yaitu proses pembuatan image atau gambar pada pelat cetak. Proses ini dikerjakan pada tahapan "prepress" - proses persiapan cetak. CTP atau disebut juga "direct-to-plate" berarti proses pembuatan pelat cetak secara langsung dari (file) komputer. 
Kecenderungan industri adalah bergerak ke arah digital, penggunaan CTP semakin banyak ditemukan pada industri percetakan terutama di Negara maju. Penggunaan komputer selain masalah ekonomis, mengingat biaya buruh yang mahal maka aspek fleksibilitas penggunaan komputer yang menghilangkan proses reproduksi menjadi pertimbangan penting perubahan ke CTP.

Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu diketahui bagi percetakan di Indonesia mengenai CTP, kelebihan dan kekurangannya sebagai upaya antisipasi.

1. Proses
Sesuai istilah direct-to-plate; proses pembuatan image pada plat tanpa mengunakan proses pembuatan film foto reproduksi, image langsung dicetak pada pelat langsung dari file komputer. File digital tidak perlu dirubah atau dimodifikasi kebeberapa file yang berbeda karena sudah deprogram dengan system RIPS, proses yang dilakukan pada pembuatan film cukup dilakukan semuanya menggunakan klik mouse dan memasukkan data via keyboard. Konsep dari pembuatan pelat berimage persis sama, sesuai data file yang dirancang/ didesain namun dengan cara yang sama sekali sudah berbeda.

2. Kelebihan
CTP meningkatkan waktu pembuatan pelat lebih cepat, konsistensi kualitas image dan gambar cetakan. Cara ini membutuhkan waktu lebih singkat dari cara percetakan offset litografi yang analog sebab menggabungkan dua proses menjadi satu. Tenaga manusia jelas berkurang karena tidak perlu lagi membuat film foto reproduksi. Paling tidak waktu bisa dihemat 20-30% dengan CTP. Image yang dihasilkan juga lebih jelas, tajam dan akurat dibanding dengan cetak analog yang tradisional sebab dot yang muncul lebih bersih dan turunan image pertama - langsung ke pelat cetak, efek dot-gain juga berkurang. Penghematan lainnya dari aspek material yaitu lebih sedikit suplai, karyawan dapat dikurangi dan tidak menggunakan kamera reproduksi lagi, sehingga ruang yang dibutuhkan lebih sedikit. Penghematan ini bisa dijadikan insentif bagi harga cetak dan menjadi faktor kompetisi untuk menarik pelanggan baru

3. Kekurangan
Umumnya orang terbiasa dengan gambar cetak dengan dot-gain yang besar dan tampak lebih gelap. Tidak jarang pelanggan akan merasa aneh dengan hasil bagus "yang tidak biasa" ini. Perlu bagi percetakan untuk memberikan pengertian mengenai barang bagus yang baru ini ke pelanggan, supaya terbiasa.
CTP juga merubah pola tanggung jawab kualitas cetak yang semula penuh pada percetakan, beralih ke "digital file creator" – orang yang membuat file image.

4. Masalah umum yang dijumpai
Dalam proses cetak litografi, ada banyak kemungkinan merubah atau mengkoreksi hal yang salah pada film. Tidak demikian halnya pada CTP, operator percetakan harus benar-benar menjamin file image bersih.
Perhatikan hal-hal berikut ini, simpan file dalam format CMYK bukan RGB dan gunakan spesifikasi yang tepat seperti: 
(1) "bleed amount" yang tepat, 
(2) pastikan semua huruf dan resolusi image tinggi masuk dalam file, dan 
(3) check penggunaan spot-color yang benar, dll.
Proses perbaikan digital file image yang salah sangat membutuhkan banyak waktu, yang akhirnya mengurangi kelebihan CTP terhadap sistim film analog.

5. Up-to-date dengan komputer dan perkembangannya
Belajar terus menerus atau mengikuti perkembangan proses yang baru dan komputer menjadi wajib, karena bidang ini sangat cepat kemajuannya - dalam hitungan bulan. Photoshop dan Illustrator selalu memberi penambahan-penambahan dalam perangkat lunaknya. Perusahan seperti Adobe dan Extensies sering melakukan seminar-seminar pendidikan diberbagai kota dan negara. Akses ke internet atau website CTP menjadi alternative cara, ikuti kursus online, ikut chatroom dll.

Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Perkembangan Grafika Conventional ke CTP

Perkembangan Teknologi Grafika


Teknologi baru dalam bidang persiapan cetak. Komputer telah merombak dengan cepat bidang prepress sejak duapuluh tahun yang lalu. Ketika berkembang teknologi photo typesetter, PC dengan monitor dan keyboard; dimana sebelumnya bekerja dengan kamera foto reproduksi dan layar kontak, hingga scanner laser.

Pada waktu yang sama, karena perkembangan yang pesat media elektronik, batasan antara prepress dan cetak offset telah saling melengkapi. Dengan GTO-DI Direct Imaging Technology yang diperkenalkan oleh Heidelberg pada tahun 1991, telah diciptakan koneksi/ hubungan langsung yang pertama antara prepress dan cetak. Tinjauan masa depan Heidelberg Druckmaschinen telah menjadi sebuah kenyataan dalam hal ini membuat komputer dapat mencetak yang sama sekali tanpa memutar melalui/ via pelat dan film. Teknologi ini mempunyai kelebihan yang nyata/ jelas. Hingga sekarang, beberapa tahapan disertakan dalam produksi cetak. Saat ini porsi yang besar pada proses ini dari ide hingga realisasinya dapat dikerjakan/ diselesaikan secara digital. Juga, dalam hubungannya dengan prepress konvensional, dengan digital prepress maka kita dapat menghemat waktu, dengan komputer hingga film atau komputer hingga pelat.

Perkembangan yang inovatif juga mengemukakan terminologi baru. Dalam industri cetak kita bicara mengenai bits dan bytes, C-To-Press teknologi, PostScript, RIP, scanner, dan kamera digital.

Berkembangnya teknologi digital dibidang prepress, printing, dan postpress dengan hardware dan software yang terbukti bagus, menawarkan alat-alat yang berguna untuk memenuhi produktivitas.

next pembahasan tentang CTP apa itu ? klik link berikut atau ctp

  Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Monday, September 12, 2011

Teknologi Grafika - Materi Grafika

Teknologi Grafika

design by MM angkatan 10 SMKN3Tegal

Pengertian Grafika adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak. 
Grafika merupakan teknologi yang memungkinkan hasil pikiran-pikiran tokoh ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai kepada kita berupa hasil cetakan. Karena jasa grafika juga, maka segala urusan manusia modern dipermudah atau sudah merupakan suatu mekanisme yang tidak mungkin ditinggalkan sejak sebelum lahir sampai ke liang lahat.
Mulai dari bungkus korek api, ijazah, buku rapor, surat kabar, majalah, buku pelajaran, koran, majalah, sertifikat, surat keterangan, surat nikah, perangko, brosur, folder, spanduk, company profile, formulir, tiket, meterai, uang kertas, faktur, kuitansi, STNK, surat pajak, KTP, paspor, dokumen perdagangan, peraturan, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai ke poster dan bentuk cetakan dengan ukuran besar, surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.
Semua adalah hasil karya manusia yang hanya bisa diwujudkan melalui teknologi grafika.

Industri grafika/ percetakan di Indonesia sampai saat ini masih belum mampu menyetarakan diri dengan standar mutu industri grafika internasional, khususnya Asia dan Australia. Akibatnya, industri grafika Indonesia belum mampu berperan dalam menjawab tantangan pasar global. Dengan kata lain belum "Go International" Salah satu penyebabnya karena masih belum terpenuhinya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Perubahan teknologi grafika terutama di pracetak sangat revolusioner. Perubahan software maupun hardware hampir dalam hitungan bulan.
Teknologi desk top publishing (DTP) yang belum lama berkembang, meluas ke computer to film, computer to plate, computer to press, dan print on demand.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, teknologi cetak konvensional mulai bergeser ke arah digital print.

Perkembangan teknologi dan pasar grafika yang terus berubah cepat menjadikan para pelaku industri tersebut tertuntut harus bisa menyesuaikannya. Faktor waktu memang menjadi daya tarik bagi industri grafika, di samping juga tarif yang murah. Harga pokok produksi bisa ditekan dengan penggunaan alat berteknologi terbaru. Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan.

Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industri grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi.
Sumber: Jilid 1 Buku Teknik Grafika dan Industri Grafika

  Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Sunday, September 11, 2011

Logo UMY - Univ Muh Yogyakarta

Logo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta - UMY

UMY




 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Logo Universitas Islam Indonesia

Logo Universitas Islam Indonesia


UII

uii
UII

uii

 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Logo Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Logo Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

UGM

ugm
logo ugm
symbol ugm
cover UGM
Logo UGM

 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Logo AKPRIND Yogyakarta

Logo AKPRIND Yogyakarta



 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Logo INSTIPER Yogyakarta

Logo INSTIPER Yogyakarta



 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Thursday, September 8, 2011

bayoete - asal mula nama email dan blogspot ku

bayoete
Asal Mula nama bayoete
Bersama melalui perkuliahan dengan segenap inspirasi dan alur proses yang bertahap, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun sejak 2002 awal di kota dengan makanan khasnya mendoan yakni purwokerto. Tahun 2002  Jelang akmodasi sebagai mahasiswa dengan koridor ampuan teknik elektro konsentrasi teknik informatika universitasmuhammadiyah purwokerto, dengan teman sejawat, rekan, sahabat bahkan sudah saya anggap sebagai keluarga. 

Membuat email sangat diperlukan sekali demi data file sebagai tempat transfer penugasan perkuliahan antar teman lingkup local maupun  luar kota. Sejalan dengan ini pembuatan email dengan memakai bayoete pun dimulai, inspirasi dari nama sahabat ku bayu…. Dan digubah menjadi bayoe dikarenakan vocal lama u=oe. TE sendiri diambil dari fakultas yang menaungikami sebagai mahasiswa teknik elektro singkatnya te dengan konsentrasi teknik informatika.

Akhirnya bayoete pun diambil sebagai nama email maupun blogspot. Arti tersendiri dari bayoe adalah sebagai berikut:
Bayu adalah nama untuk anak Laki-Laki di mana nama tersebut berasal dari Sansekerta dengan pengertian, definisi atau arti nama angin; udara; tarikan nafas.

So bayoete mengandung pengertian angin; udara; tarikan nafas dari teknik elektro. Sebagai dasar inilah sebagai acuan misi maupun visi sebagai proses pengembangan diri. 

 
--- Salam to alumnus TE’02 konsentrasi TI, bapak/ ibu dosen dan staf karyawan teknik universitas muhammadiyah purwokerto dan sahaat ku bayu gunung murianto alias bonet ---
bayoete

 Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Wednesday, September 7, 2011

Kualitas Film Yang Ada di Pasaran atau Rental Film - Materi Video Shoting Multimedia

--- Kualitas Film ---
Berikut kualitas film yg sering muncul ketika kita akan men-download sebuah film; 
1. DVDRip: 
Merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas gambar dan suaranya baik sekali. 
DVDRip akan ada jika DVD Originalnya telah ada di pasaran. 
Bisa mendukung maksimal 720x480 atau 720x576. 
2.  DVDScr: 
Merupakan dupiklat dari promo DVD yang akan digunakan sebagai promosi. 
DVDScr akan ada sebelum DVD originalnya keluar di pasaran. 
Kualitas gambar dan suaranya hampir setara dengan DVDRip, hanya saja pada gambar video sering terdapat beberapa tulisan penjelasan yang terpampang di layar tentang DVD tersebut yang biasanya sedikit menggangu kita. 
3. R5: 
Kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng), meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut. 
4. CAM: 
Kualitas jenis ini merupakan hasil dari rekaman camera digital, langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. 
Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod sehingga sering terdapat sedikit goncangan. 
Kualitas video ini sangat jelek. 
5. TS (Telesync): 
Kualitasnya hampir sama dengan jenis CAM. Namun kualitas gambar dan suara TS sedikit lebih baik dari CAM karena TS merupakan CAM yang telah dilabel ulang.
6. Bluray/ HD: 
Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920x1080 atau 1280x720 (tergantung filenya). 
Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip. 
7.  mHD: 
Mini/micro HD, hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran filepun juga lebih kecil dibandingkan HD. 
8. Workprint: 
Film yang belum diedit efek visulnya secara keseluruhan. 
Bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. 
Kualitas film ini bervariasi dari yang paling baik hingga yang paling buruk. 
9. VCD: 
Biasanya digunakan untuk transfer kualitas rendah (CAM/ TS/ TC/ Screener (VHS)/ TVrip (analog) untuk membuat ukuran file yang lebih kecil.
di kutip dari beberapa sumber materi film

  Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com

Saturday, September 3, 2011

Go ASEAN Economic Community 2015, Go Indonesia Prosperity

Saya mengetahui ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara sejak di bangku Sekolah Dasar. Pemah saya miliki saat Sekolah Dasar buku RPU (Ringkasan Pelajaran Umum) kalau seingat saya kepanjangannya seperti itu didalamnya salah satu isinya membahas tentang ASEAN, dari Sejarah, Anggota, Pendiri maupun Tujuan.  Penulisan Artikel ini berkaitan dengan lomba penulisan blog “Peran  Blogger dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015”, juga semata-mata ingin berbagi dengan para bloger dari berbagai elemen khususnya pendidikan karena saya berprofesi sebagai guru atau staf pendidik kejuruan khusunya bidang multimedia. 




Sebelum membahas lebih lanjut topik lomba yakni sebagai berikut: Apa yang kamu ketahui, harapan dan tantangan tentang Komunitas ASEAN 2015 ?; Peran apa yang harusnya dilakukan Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community) dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015 ?, maka saya akan mengawali tentang sejarah, tujuan, kesepakatan-kesepakatan ekononi ASEAN yang saya tahu.

A. Sejarah Pembentukan ASEAN
Sejak dulu, secara geopolitik dan geoekonomi, kawasan Asia Tenggara memiliki nilai yang sangat strategis. Namun sebelum ASEAN didirikan, berbagai konflik kepentingan juga pemah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara. oleh hal itu, negara-negara ASIA Tenggara menyadari perlunya dibentuk kerjasama untuk meredakan rasa saling curiga dan membangun rasa saling percaya, serla mendorong kerjasama pembangunan kawasan.

Sebelum ASEAN terbentuk pada tahun 1967, negara-negara Asia Tenggara melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional seperti Association of Southeast Asia (ASA), namun organisasi tersebut dianggap kurang memadai untuk meningkatkan integrasi kawasan.

Untuk mengatasi perseturuan yang sering terjadi di antara negara-negara Asia Tenggara dan membentuk kerjasama regional yang lebih kokoh, maka lima Menteri Luar Negeri yang berasal Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand mengadakan pertemuan di Bangkok pada bulan Agustus 1967 yang menghasilkan rancangan Joint Declaration, yang pada awalnya mengatur tentang kerjasama regional di kawasan tersebut.

Sebagai puncak dari pertemuan tersebut, maka pada tanggal 8 Agustus 1967 ditandatangani Deklarasi ASEAN atau dikenal sebagai Deklarasi Bangkok  oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Filipina, Singapura dan Thailand. Brunei Darussalam.

Kemudian bergabung pada tanggal 8 Januari 1984, Vietnam pada tanggal 28 Juli 1995, Laos dan Myanmar pada tanggal 23 Juli 1997, dan Kamboja pada tanggal 30 April 1999.

Deklarasi tersebut menandai berdirinya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of South East Asian Nations(ASEAN). Masa awal pendirian ASEAN lebih diwamai oleh upaya-upaya membangun rasa saling percaya antar negara anggota guna mengembangkan kerjasama regional yang bersifat kooperatif namun belum bersifat integratif.

B. Tujuan dibentuknya ASEAN
Tujuan dibentuknya ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok adalah untuk:
1.   Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-­bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai;
2.    Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertb hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa;
3.  Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam mesalah-­masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi;
4.  Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan administrasi;
5.  Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah­masalah komoddi intemasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka;
6.   Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara; dan
7.   Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi intemasional dan regional yang mempunyai tujuan serupa, dan untuk menjajagi segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat di antara mereka sendiri.

Adapun prinsip utama dalam kerjasama ASEAN, seperti yang terdapat dalam Treaty of  Amity and Cooperation in SouthEast Asia (TAC) pada tahun 1976 adalah:
(i)     saling menghormati,
(ii)     kedaulatan dan kebebasan domestik tanpa adanya campur tangan dari luar,
(iii)   non interference,
(iv)   penyelesaian perbedaan atau sengketa dengan cara damai,
(v)    menghindari ancaman dan penggunaaan kekuatan/ senjata dan
(vi)   kerjasama efektif antara anggota.

C. Kesepakatan-kesepakatan Ekononi ASEAN
Sejak awal pembentukannya, ASEAN secara intensif menyepakati berbagai kesepakatan dalam bidang ekonomi.

Diawali dengan kesepakatan Preferential Tariff Arrangement (PTA) pada tahun 1977.
Kesepakatan yang cukup menonjol dan menjadi cikal Bakal visi pembentukan AEC (AEC) pada tahun 2015 adalah disepakatinya Common Effectife Preferential Tariff - ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA) pada tahun 1992 dengan target implementasi semula tahun 2008, kemudian dipercepat menjadi tahun 2003 dan 2002 untuk ASEAN-6.

Pada tahun 1995, ASEAN mulai memasukkan bidang jasa dalam kesepakatan kerjasamanya yang ditandai dengan ditandatanganinya ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS).

Selanjutnya pada tahun 1998 disepakati pula kerjasama dalam bidang investasi ASEAN investment Area (AIA).

Pada tahun 1997, para Kepala Negara ASEAN menyepakati ASEAN Vision 2020 yaitu mewujudkan kawasan yang stabil, makmur dan berdaya-saing tinggi dengan pembangunan ekonomi yang merata yang ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan dan perbedaan sosial ekonomi. (ASEAN Summit, Kuala Lumpur, Desember 1997).

Kemudian pada tahun 2003, kembali pada pertemuan Kepala Negara ASEAN disepakati 3 (tiga) pilar untuk mewujudkan ASEAN Vision 2020 yang dipercepat menjadi 2015 yaitu:
(1)   ASEAN Economic Community.
(2)   ASEAN Political-Security Community.
(3)   ASEAN Socio-Cultural Community (ASEAN Summit, Bali, Oktober 2003).

Declaration on ASEAN Ecommic Community Blueprint, ditanda tangani pada tanggal 20 November 2007, memuat jadwal strategis untuk masing-masing pilar yang disepakati dengan target waktu yang terbagi dalam empat fase yaitu tahun 2008-2009, 2010-2011, 2012-2013 dan 2014-2015. Penandatanganan AEC Blueprint dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Piagam ASEAN (ASEAN Charter).

AEC Blueprint memuat empat kerangka utama, yaitu:
a.    ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi intemasional dengan elemen aliran babas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebil) babas;
b.    ASEAN sebagai kawasan dengan days saing ekonomi yang tinggi, dengan elemen peraturan kompelisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce;
c. ASEAN sebagai kawasan danger) pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam); dan
d.  ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pemdekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serla dalam jejaring produksi global. Dad keempat pilar tersebul, saat ini pilar peilama yang masih menjadi perhatian utama ASEAN. Oleh karenanya, pada pemaparan selanjutnya, pilar tersebut akan dibahas secara komprehensit

Apa yang kamu ketahui, harapan dan tantangan tentang Komunitas ASEAN Blogger 2015?
AEC adalah bentuk integrasi ekonomi regional yang direncanankan untuk dicapai pada tahun 2015.

Untuk mewujudkan AEC pada tahun 2015, seluruh Negara ASEAN harus melakukan liberalisasi perdagangan barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil secara bebas dan arus modal yang lebih bebas, sebagaimana digariskan dalam AEC Blueprint:
a.    arus bebas barang
b.    arus bebas jasa
c.   arus bebas investasi
d.   arus modal yang lebih bebas
e.   arus bebsa tenaga kerja terampil
f.   sektor prioritas integrasi
Sehingga diharapkan membawa ASEAN menjadi kawasan yang menjamin keamanan. makmur dan kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang merata, serta menurunnya tingkat kemiskinan dan perbedaan social-ekonomi di kawasan ASEAN.

Adapun tantangan yang dihadapi diantaranya:
(1)  Laju peningkatan ekspor dan impor, contohnya di bulan agustus panen raya bawang merah (dihadiri Bapak Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono Presiden yang didampingi ibu negara Ani Yudhoyono, Menteri Pertanian Suswono, dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo) di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dengan nilai harga bawang merah mengalami penurunan tajam hingga hanya Rp. 4.000 - Rp. 5.500/kg, terjadinya penurunan harga di tingkat petani ini dipengaruhi oleh masuknya bawang merah impor bersamaan waktu panen dampak ini lah yang menyebabkan para petani bawang merah banyak yang belum berani menjual bawang merahnya atau masih di gudang atau disimpan (panturanews.com);
(2)  Dampak negatif arus modal yang lebih bebas;
(3)  Kesamaan produk, kesamaan unggulan yang sama dikawasan ASEAN contohnya di sector pertanian, perikanan, produk karet, produk meubel dan elektronik.;
(4)  Daya saing SDM;
(5)  Kepentingan Nasional.

Peran apa yang harusnya dilakukan Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community) dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015?

Langkah strategis yang harus dilakukan ASEAN Blogger antara lain adalah melakukan sesuai dengan job atau yang membidangi yakni:
(1)     Mensosialisasikan AEC terhadap seluruh masyarakat (menengah dan kecil) yang minim informasi;
(2)     Penyesuaian, persiapan dan perbaikan alur baik secara kolektif rnaupun individual;
(3)     Peningkatan kualitas SDM baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun professional;
(4)     Penguatan posisi usaha skala menegah, kecil, serta kemitraan antara publik dan sektor swasta;
(5)     Menciptakan iklirn usaha yang kondusif dan rnengurangi ekonorni biaya tinggi di berbagai bidang;
(6)     Pengembangan sektor-sektor prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;
(7)  Peningkatan partisipasi  institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint;
(8)     Penyediaan kelembagaan dan permodalan yang rnudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala;
(9)     Perbaikan infrastruktur fisik melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikas, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi dan restrukturisasi, dan lain-lain.

Demikian Penulisan “Peran  Blogger dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015” di ambil dari berbagai sumber artikel bacaan maupun ide penulis, semoga bisa menjadikan masukan bagi para blogger dalam menghadapi AEC 2015 maupun pasar global dunia kedepan.

--- Go AEC 2015, Go Indonesia Prosperity ---
  Salam Kekuatan Berawal Dari Hati bayoete.blogspot.com